|
Sudah
menjadi tradisi, masyarakat Jawa tidak gegabah dalam memilih dan
menentukan hari pernikahan. Ada banyak faktor yang diperhatikan para
orang tua ketika memutuskan tanggal pernikahan putra-putrinya. Mungkin
bagi sebagian orang semua hari adalah baik dan layak dipilih. Tidak
demikian bagi masyarakat Jawa. Diantara hari-hari baik itu tentu ada
hari terbaik untuk pernikahan. Weton kedua mempelai turut menjadi
penentu pemilihan tanggal dan hari pernikahan.
--------------------------------------------------------------
Mengapa
masyarakat Jawa begitu cerewet dalam soal ini? Jawaban akhirnya
terletak pada terciptanya kerukunan dan kebahagiaan pasangan dalam
mengaruhi bahtera rumah tangga hingga akhir hanyat, dimudahkan rejeki,
dijauhakn dari malapataka dan kesialan hidup. Hari H dan jam
pernikahan merupakan doa bagi kelangsungan dan kebahagiaan memasuki
hidup baru.
Ilmu titen yang berkaitan dengan pemilihan hari,
perhitungan nasib dan ramalan telah diwariskan turun-temurun dalam
bentuk buku yang disebut Primbon. Ada beberapa versi buku Primbon
diantaranya: Kitab Centhini, Sabda Pandhita, R. Tanojo, Betaljemur Adam
Makna, R. Soemodidjojo.
Untuk memilih hari baik (pada dasarnya
semua hari baik, sehingga pengertian memilih hari baik lebih kepada
kesesuaian antara waktu dengan pengguna waktu) pada upacara Perkawinan,
dengan menggunakan Kalender Jawa Sultan Agung.
Langkah pertama
kali yang dilakukan adalah menghindari hari yang tidak baik.
Berdasarkan kalender Jawa terdapat beberapa hari kurang baik untuk
melangsungkan pernikahan, yakni :
A. Hari Naas Keluarga Hari
naas keluarga adalah hari yang bertepatan dengan meninggalnya salah
satu anggota keluarga. Lazimnya hari naas yang dihindari adalah hari
meninggalnya orang tua dan sterusnya. Hari naas keluarga meliputi :
- Hari
dan pasaran ketika orang tua (bapak atau ibu calon mempelai ) meninggal
dunia. Masyarakat Jawa mengenalnya sebagai geblake orang tua
- Jika
orang tua dari bapak ibu calon pengantin masih hidup, yang dihindari
adalah hari dan pasaran meninggalnya kakek, nenek (bapak ibu calon
mempelai).
- Hari dan pasaran meninggalnya saudara kandung calon pengantin berdua, kalau ada.
B. Hari Naas Bulan (kalender Jawa)
- Hari Rabu, Kamis dan Jumat di Bulan Jumadilakir, Rejeb dan Ruwah.
- Hari Jumat, Sabtu dan Minggu di bulan Puasa, Sawal, dan Dulkaidah
- Hari Senin, Selasa, Sabtu dan Minggu di bulan Besar, Sura dan Sapar,
- Hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis di bulan Mulud, Bakdamulut dan Jumadilawal
C. Hari Naas Tahun
- Tahun Alip pada hari Selasa Pon dan Sabtu Paing
- Tahun Ehe pada hari Sabtu Paing dan Kamis paing
- Tahun Jimawal pada hari Kamis Paing dan Senin Legi
- Tahun Je pada hari Senin Legi dan Jumat Legi
- Tahun Dal pada hari Jumat Kliwon dan Rabu Kliwon
- Tahun Be pada hari Rabu Kliwon dan Minggu Wage
- Tahun Wawu pada hari Minggu Wage dan Kamis Kliwon
- Tahun Jimakir pada hari Kamis Pon dan Selasa Pon
D. Naas Tanggal (sesuai kelender Jawa) 
- Bulan Sura, tanggal 6, 11 dan 18
- Bulan Sapar, tanggal 1, 10 dan 20
- Bulan Mulud, tanggal 1, 8, 10, 15 dan 20
- Bulan Bakdamulud, tanggal 10, 12, 20 dan 28
- Bulan Jumadilawal, tanggal 1, 10, 11 dan 28
- Bulan Jumadilakir, tanggal 10, 14 dan 18
- Bulan Rejeb tanggal ,2 , 13, 14, 18 dan 27
- Bulan Ruwah tanggal, 4, 12, 13, 26 dan 28
- Bulan Puasa tanggal, 7, 9, 20 dan 24
- Bulan Syawal tanggal, 2, 10 dan 20
- Bulan Dulkaidah tanggal, 2, 9, 13, 22 dan 28
- Bulan Besar tanggal 6, 10, 12 dan 20
E. Hari samparwangke
(menyampar bangkai), merupakan hari yang tidak baik dalam melangsungkan ernkahan di dalam Wuku (Zodiak Jawa)
- Wuku Warigalit, hari Senin Kliwon
- Wuku Bala, hari Senin Legioengertuanak
- Wuku Langkir, hari Senin Paing
- Wuku Sinta, hari Senin Pon
- Wuku Tambir, hari Senin Wage
F. Hari Taliwangke
(mengikat bangkai), hari yang tidak baik di dalam Bulan dan Wuku
- Bulan Dulkangidah dan Jumadilawal Wuku Wuye, hari Senin Kliwon
- Bulan Besar dan Jumadilakir Wuku Wayang, hari Selasa Legi
- Bulan Sura dan Rejeb Wuku Landep, hari Rabo Paing
- Bulan Sapar dan Ruwah Wuku Warigalit, hari Kamis Pon
- Bulan Mulud dan Puasa Wuku Kuningan, hari Jumat Wage
- Bulan Bakdamulud dan Syawal Wuku Kuruwelut, hari Sabtu Kliwon
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar